Sir Edmund Hillary

Sir Edmund Hillary

Ini sekelumit kisah dari Sir Edmund Hillary semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang beliau

Sir Edmund Hillary, seorang peternak lebah yang tidak terkenal yang telah mendaki puncak Mount Everest yang membuatnya terkenal sebagai seorang petualang terbesar di abad 20, telah meninggal hari Jum’at (11/01/2008) dalam usia 88 tahun. Orang Zelandia Baru yang ceking yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membantu orang – orang gunung di Nepal yang telah membuatnya terkenal ini lebih memilih dipanggil `Ed’ dan menganggap dirinya sebagai orang biasa dengan kualitas yang biasa saja.

 

Hillary meninggal di Rumah Sakit Auckland hari Jum’at (11/01/2008) sekitar jam 09.00 waktu setempat atau sekitar jam 03.00 pagi WIB karena serangan jantung, menurut pernyataan dari Badan Keshatan Wilayah Auckland. Meskipun sakit di tahun – tahun terakhir hidupnya, Hillary tetap aktif. Hidupnya penuh ditandai dengan pencapaian – pencapaian besar, petualangan besarnya, penemuannya, kesuka citaan, namun yang paling membuatnya bangga adalah kampanye nya bertahun – tahun untuk membangun sekolah dan klinik kesehatan di Nepal, kampung halaman Tenzing Norgay, pemandu gunung yang mencapai puncak Everest bersamanya pada 29 Mei 1953.

 

Begitu rendah hatinya beliau sampai beliau baru mengakui jika dia adalah orang yang pertama yang berdiri di puncak Everest jauh setelah sahabatnya Tenzing Norgay meningal dunia. Itupun tanpa menghilangkan peran Tenzing Norgay sebagai orang yang memegang tali pengamannya. Beliau menulis langkah finalnya bersama Tenzing Norgay menjejakkan kaki di puncak Everest sebagai berikut : “Beberapa langkah kaki kami yang letih dan tak ada apa – apa di atas kami selain langit. Tak ada hiasan – hiasan palsu, tak ada puncak yang terakhir. Kami berdiri bersama di puncak. Di sana ada cukup ruang untuk 6 orang . Kami sudah menaklukkan Everest…”

 

“Kekaguman, keajaiban, kerendahan hati, kebanggaan, keagungan – ini semua adalah emosi yang campur aduk dari manusia pertama yang berdiri di puncak yang tertinggi di bumi, setelah begitu banyak yang lain telah gagal”, kata Hillary.

 

“Namun reaksi saya yang dominan kelegaan dan terkejut. Lega sebab penderitaan panjang telah berakhir dan sesuatu yang dulunya tidak dapat dicapai manusia, sekarang sudah bisa dicapai. Dan terkejut karena ini semua ini terjadi pada saya, Ed Hillary, seorang peternak lebah, seorang juara di sekolah wilayah Tuakau, namun tak lulus Auckland Grammar (SMU) dan tidak punya pernah kuliah di perguruan tinggi, sekarang telah mencapai puncak Everest. Saya tak sanggup mempercayainya.”

 

Beliau mengatakan : “Saya lepas masker oksigen saya untuk mengambil beberapa gambar. Tidak cukup hanya sampai di puncak saja. Kami harus kembali dengan membawa bukti. Limabelas menit kemudian kami memulai perjalanan turun. Filosofi hidupnya sangat sederhana : “Petualangan bisa dilakukan oleh orang biasa, seperti saya memandang diri saya,” ucapnya dalam sebuah wawancara di tahun 1975 setelah menulis autobiography-nya, “Tanpa petualangan, Tak ada kemenangan”

 

Namun Perdana Menteri Selandia Baru, Clark, yang mengumumkan kematiannya, berkata bahwa Hillary adalah orang yang luar biasa. “Sir Ed menggambarkan dirinya seperti orang Selandia Baru kebanyakan dengan kemampuan yang sedang – sedang saja. Pada kenyataannya beliau adalah orang besar. Beliau adalah figure pahlawan yang tidak saja telah menaklukkan Everest namun juga hidup dalam keteguhan tekat, kerendah hatian, dan kedermawanan. … Pendaki Gunung, Petualang dan Dermawan legendaris dari Selandia Baru yang terkenal kebaikannya yang pernah hidup di dunia

 

Teman – teman dekatnya menggambarkan beliau sebagai sosok yang penuh antusiasme baik terhadap kehidupan maupun petualangan. “Kita semua memiliki impian — namun Ed memiliki impian serta semangat yang luar biasa dan kemudian dia melangkah maju dan mencapainya,” ucap sahabat kentalnyaa Jim Wilson pada tahun 1993.

 

Hillary merangkumnya dalam ceramahnya untuk anak – anak siswa sekolah ditahun 1998, saat beliau mengatakan bahwa seseorang tidak harus jenius untuk melakukan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya.

 

“Saya pikir kuncinya adalah motivasi. Jika anda benar – benar menginginkan sesuatu, maka dirimu akan berjuang keras untuk mewujudkannya,” beliau katakan sebelum menanam beberapa jenis pohon Oak Himalaya yang langka di halaman sekolah.

 

Langkah Hillary agak melambat di tahun – tahun terakhirnya

 

Beliau mengunjungi Himalaya terkahir kali pada bulan April 2007 ketika beliau bersama Elizabeth Hawley (seorang penulis lepas tentang Expedisi Himalaya selama 40 tahun) menemui Tim Expedisi Super Sherpa di Kathmandu. Setahun sebelumnya beliau bersama pejabat –pejabat tinggi Selandia Baru terbang ke Antartika untuk merayakan Ulang Tahun ke-50 `Scott Base’ sebuah stasiun penelitian yang pembangunannya dibantu oleh para petualang pada tahun 1957.

 

Tidak seperti umumnya pendaki gunung, Hillary berkata bahwa jika saatnya beliau meninggal nanti, beliau tidak memiliki keinginan untuk di kubur di gunung. Beliau menginginkan dikremasi kemudian abunya disebarkan di pelabuhan Waitemata di selatan Auckland dimana beliau menjalani kehidupannya.

 

“Disebarkan di pesisir, mungkin juga di beberapa pantai yang indah yang ada disekitar tempat kelahiranku. Dengan demikian siklus kehidupanku menjadi lengkap,” ucapnya.

 

Upacara penguburan belum diumumkan. Ucapan bela sungkawa terus mengalir.

 

“Nama Sir Edmund adalah sinonim dengan kepetualangannya, pencapaiannya, impiannya dan kemudian beliau merealisasikan semua impiannya itu,” kata Pejabat Perdana Menteri Australia Julia Gillard

 

“Beliau adalah pahlawan dan pemimpin bagi kami. Beliau telah melakukan banyak karya untuk orang – orang di sekitar Everest dan akan selalu tinggal di dalam hati sanubari kami.” He was a hero and a leader for us. He had done a lot for the people of Everest region and will always remain in our hearts,” ujar Bhoomi Lama dari Asosiasi Pendakian Gunung Nepal di Kathmandu.

 

Hillary menjadi satu – satunya orang yang tidak berkecimpung di bidang politik di luar Inggris yang mendapat gelar kebangsawanan dari Inggris sebagai anggota Britain’s Order of the Garter yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II hanya pada 24 orang Ksatria dan Wanita Terhormat yang hidup di dunia dalam satu kurun waktu.

 

Dalam bukunya yang ditulis tahun 1999 “View from the Summit,” Hillary akhirnya menghentikan kebungkamannya selama ini tentang siapa sesungguhnya yang mencapai puncak Everest pertama kali, apakah dirinya atau Tenzing Norgay.

 

“Kami berjalan berdekatan bersama – sama dan Tenzing membawa sisa tali pengaman. Saya melanjutkan memotong jalur langsung ke atas. Kejadian berikutnya, saya sudah berdiri di sebuah tempat yang datar dan terbuka penuh salju dengan pemandangan yang ada hanyalah kekosongan,” tulis Hillary.

 

“Tenzing bergabung dengan cepat dan kami memandang dengan penuh ketakjuban. Dengan kepuasan yang dalam, kami menyadari bahwa kami sudah berada di puncak dunia.”

 

Sebelum kematian Norgay pada tahun 1986, Hillary selalu menolak untuk mengkonfirmasi bahwa dirinyalah yang pertama mencapai puncak dengan selalu berkata bahwa dia dan Sherpa-nya mendaki sebagai satu team sampai ke puncak. Hal ini menunjukkan kerendahan hatinya dan komitment-nya pada koleganya.

 

Belakang hari beliau mengungkapkan keheranannya akan ketertarikan dunia internasional akan prestasinya. “Saya hanya mencoba mengatakan yang sejujurnya, saya benar benar heran mengapa semua orang bisa begitu tertariknya padahal yang saya lakukan hanya mendaki sebuah gunung.”

 

Hillary tidak pernah melupakan sebuah daerah pegunungan yang membuat dirinya begitu terkenal. Beliau mengunjungi Nepal berulang kali secara konstan dalam kurun waktu 54 tahun. Tanpa dukungan biaya dan tanpa bayaran beliau menghabiskan puluhan tahun waktunya dan menyumbangkan energy dan sumber dayanya dari usahanya sendiri menggalang dana untuk pembangunan Nepal melalalui Yayasan Himalayan Trust yang didirikannya tahun 1962. Dikenal sebagai “burra sahib” — “big man,” (karena tingginya yang 203 sentimeter) oleh orang Nepal, Hillary mendanai dan membantu membangun Rumah Sakit – Rumah Sakit, Klinik – Klinik Kesehatan, lapangan udara – lapangan udara dan sekolah – sekolah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s