Teori Pencahayaan


Dari artinya yaitu melukis dengan cahaya maka hal paling penting dalam fotografi adalah cahaya itu sendiri. Tanpa cahaya maka tidak akan ada karya fotografi. Agar karya foto tercipta film atau sensor kamera(khusus digital) yang ada dalam kamera yang kedap cahaya harus disinari. Untuk memperoleh hasil yang tepat saat memotret, proses masuknya cahaya ke dalam film harus diatur.

Dalam fotografi pencahayaan(exposure)dapat dikatakan sebagai seni atau teknikuntuk mencari keseimbangan antara seberapa besar jumlah cahaya(volume) yang melalui sebuah lensa dengan seberapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk mampu menghasilkan gambar pada sebidang bahan peka cahaya(film) atau sensor digital yang terdapat dalam kamera.

Sebenarnya untuk memahami teori pencahayaan ini tidaklah sulit, kita dapat memakai analog yang sederhana. Proses pencahayaan dapat kita ibaratkan dengan mengisi emberm dari air kran. Jika kran kita buka sebesar-besarnya, maka ember cepat penuh. Sebaliknya, jika kran kita buka sedikit maka waktu yang kita butuhkan semakin lama. Pada proses pemoteretan kran diibaratkan sebagai bukaan diafragma, sedangkan lamanya waktu mengisi ember diibaratkan sebagai kecepatan rana. Makin besar bukaan diafragma makin sedikit waktu yang diperlukan rana untuk membuka sehingga kecepatan ran semakin tinggi.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s