Assalamu'alaikum Wr Wb

Assalamu'alaikum Wr Wb
  • DSC_4119
  • 100712101915-keumalahayati-2
  • DSC_9343
  • DSC_3253

Latest

Baofeng UV5R

Berawal dari liat-liat di Pasar dagang komunikasi RAKKUS, akhirnmya tertarik sama HT cina yang satu ini. Dari harga dan fasilitas lumayanlah kalo dibanding dengan HT sejenis dari Jepang bisa dibilang separo harganya. HT salah satu HT dual ban yang amat terjangkau, dengan kisaran harga sekitar 650 ribu rupiah, seperti hp cina, HT china juga syarat akan fasilitas yang tidak ada di HT jepang sekelasnya  seperti senter dan radio FM. Akhirnya Ane beli dari salah satu rekan di RAKKUS yang berjualan HT.

Setelah menunggu akhirnya datang juga barang pesenan saya, terbungkus dalam kardes, tidak sabar langsung saya buka paket tersebut. bongkar plastik wrap, trus buka kardus. di dalam kardus berisi satu paket Baofeng  UV5R yang terdiri dari  HT, Battery, Docking Charger, Wall Charger, Antenna, User’s Manual, Belt Clip sama Whilstrap. Ternyata juga sudah terdapat  tambahan headset yang suport VOX. langsung saja di rakit, pasang antene di body HT pasang batrey lanjut putar knop power dan volume. Eh terdengan suara wanita.

Pertama melihat wujudnya, eh lain dari yang lain walaupun buatan cina keliatannya kokoh ini HT dengan bentuk yang kotak yang semakin menaanbah kesan kokoh. diraba2 diketuk2 bodynya keliatannay cukup kuat. Ehh waktu tak pegang mau taruh di meja HT lepas dari tangan meluncur tak terkendali dari ketinggian 1 meter 30 centian dari lantai, dan mendarat dengan sukses di lantai kamar Gubrak, ahhhh. setelah diamati ternyata HT tidak apa2 tidak ada luka Gores sedikitpun. setelah itu utak-atik2 coba buat membuka reapeater di Candi cetho dengan low power ternyata bisa. lanjut main2 dengan radio FM.

Setiap kali kita pencet tombol ada suara cewek, seperti kalu kita pencet 144357, amaka akan terdapat suara dalam bahasa inggris atau china tergantung setingan kita. sehingga boleh dikata hat ini gampang digunakan oleh saudara kita yang kurang beruntung dalam hal penglihatan (tuna netra).

HT ini juga mendukung untuk di setting repeater atau bahasa kerennya duplex. Tone juga sudah tersedia sebanyak 50 tone. Battery lithium yang diusung 1800 mAh cukup besar untuk HT type ini. Ane belum ngetes berapa lama standbynya dan berapa lama kalau dipake buat TX dan RX. Fungsi VOX juga sudah tersedia. Vox apaan sih? Ente kagak perlu mencet PTT kalo mau ngomong dan nggak perlu lepas PTT kalo mau dengerin.

Radio FM pasti ada lah gan, ini jadi salah satu fitur andalan si Bopeng. Jadi waktu standby dan nggak ada sinyal masuk nyala dah tuh radio. Waktu ada sinyal masuk otomatis radio off sementara. Sinyal kosong radio on lagi. Di set supaya off terus juga bisa gan.

Wkwkwk….. ternyata HT ini ada senternya juga lho. Tinggal pencet tombol moni, idup dah senternya. Lumayan ngebantu gan kalo lagi gelap. Lah ada alarmnya juga ternyata. Fungsinya mengirim sinyal ke HT Bopeng yang lain. Jadi kalo pas lawan bicara kita nggak nyaut2 waktu kita panggil, teken aja alarm. Nah di HT Bopeng yg lain akan muncul suara kayak sirine yang lumayan kenceng.

Paket pembelian Boafeng berisi :  HT, Battery, Docking Charger, Wall Charger, Antenna, User’s Manual, Belt Clip  Whilstrap dan headset.

Specification:
VHF/ UHF DUAL-BAND TWO WAY RADIO

Frequency Range: 136-174 / 400-480MHz
Dual-Band Display, Dual Freq. Display, Dual-Standby
Output Power: 4 /1Watts
128 Channels
50 CTCSS and 104 CDCSS
Built-in VOX Function
1750Hz Brust Tone
FM Radio (65.0MHz-108.0MHz)
LED Flashlight
Large LCD Display
Hight /Low RF Power Switchable
25KHz/12.5KHz Switchable
Emergency Alert
Low Battery Alert
Battery Saver
Time-out Timer
Keypad Lock
Monitor Channel
Channel Step: 2.5/5/6.25/10/12.5/25KHz
ROGER SET

Perbandingan Baofeng – TYT – Yaesu

Referensi :

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=14047344

http://www.traderbule.com

Guide koneksi antara HT dengan WT

Dewasa ini sarana komunikasi telah berkembang sedemikian pesatnya. Terutama sarana komunikasi portabel. Dari sarana komunikasi analaog dengan Handy talky dan walky Talky, ponsel AMPS sampai yang digital seperti ponsel GSM dan CDMA. Apalagi sejak adannya ponsel GSM dan CDMA yang harganya cukup terjangkau dan kemajuan teknologinya  yang begitu pesatnya, jauh meninggalkan sarana komunikasi analaog yang tetep mahal dan perkembanganya sangat lamban. Apalagi teknologi AMPS yang sudah ditinggalkan. Tidak demikian dengan sarana telekominikasi analaog via radio seperti pesawat HF VHF maupun UHF yang memiliki pangsa pasar yang berbeda, dan juga penggemar setia. Apalagi sifatnya yang independen tanpa perlu adanya operator menjadikannya sebagai tumpuan komunikasi saat bencana diasaat sarana pendukung telekomunikasi analog hancur.

Di pasaran terdapat dua jenis perangkat analog yang sangat familiar, yakni Handy Talky (HT) dan Walky Talky (WT). Diantara dua perangkat tersebut sebenarnya dapat dikoneksikan dengan syarat HTnya double band (UHF-VHF) atau single band UHF. Hal ini dikarenakan WT menggunakan frekuensi UHF antara 462.5625Mhz (ch 1) sampai 462.7250MHz (ch 22).

Untuk mengkoneksikan antara HT dan WT maka perlu kita kenali dulu apakah :

1. WT itu pakai frekuensi UHF pada frekuensi 46x.xxxx Mhz . Jadi pastikan HT Anda mengcover frekuensi tersebut. Katakan HT anda frekuensinya 400-470 Mhz, berarti HT Anda bisa digunakan untuk komunikasi dengan WT. kalau ga bisa masukin angka 46x.xxx di HT atau cuma bisa masukkan frek dengan kepala 1xx.xxx saja berarti otomatis HT ini ga akan bisa komunikasi HT dengan WT karena cuman bekerja pada frek VHF.

2. Pastikan bahwa HT Anda support istilah CTCSS atau TONE. tinggal lihat kardus dan buku manualnya. Ini nantinya akan diperlukan kalau WT pakai kode Privacy (angka kecil pada layar dekat nomor channel WT).

3. Kalau HT anda adalah UHF tapi pakai sistem channel yang tinggal puter dial, alias ga ada layar lcd dan keypad buat nginput frekuensinya, Anda perlu komputer buat nge-programnya kalo ini sedikit ribet, butuh software dan kabel data HT tersebut.

Selanjutnya kita kenali Chanel frekuensi pada WT

1. Pada WT terdapat 22 chanel yang telah berisi frekeunsi tertentu yang sama yaitu

Ch Type Frekuensi Ch Type Frekuensi
 1 FRS / GMRS 462.5625 12 FRS 467.6625
2 FRS / GMRS 462.5875 13 FRS 467.6875
3 FRS / GMRS 462.6125 14 FRS 467.7125
4 FRS / GMRS 462.6375 15 FRS 462.5500
5 FRS / GMRS 462.6625 16 FRS 462.5750
6 FRS / GMRS 462.6875 17 FRS 462.6000
7 FRS / GMRS 462.7125 18 FRS 462.6250
8 FRS 467.5625 19 FRS 462.6500
9 FRS 467.5875 20 FRS 462.6750
10 FRS 467.6125 21 FRS 462.7000
11 FRS 467.6375 22 FRS 462.7250

2. . Trus ada angka kecil di samping/bawahnya, itu buat apa?
Angka kecil itu disebut privacy code, atau kode privasi agar 1 channel frekuensi yang dipakai bisa digunakan ramai-ramai tanpa mengganggu satu sama lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kalau di WT angka kecil ini berupa angka 1, berarti nantinya di HT, untuk TX Code & RX codenya (Tone TX/TX) harus diisi dengan angka 67.
kalau angka kecil menunjuk angka 15, berarti di HT di setting tone ini dengan angka 110.9

Lengkapnya sepeti tabel di bawah

Ch Tone Ch Tone
1 67.0 20 131.8
2 71.9 21 136.5
3 74.4 22 141.3
4 77.0 23 146.2
5 79.7 24 151.4
6 82.5 25 156.7
7 85.4 26 162.2
8 88.5 27 167.9
9 91.5 28 173.8
10 94.8 29 179.9
11 97.4 30 186.2
12 100.0 31 192.8
13 103.5 32 203.5
14 107.2 33 210.7
15 110.9 34 218.1
16 114.8 35 225.7
17 118.8 36 233.6
18 123.0 37 241.8
19 127.3 38 250.3

Sekarang kita Sudah tau Frekuensi pada chanel WT.  kita tinggal menyamakan frekuensi dan tonet HT dengan frek dan tone dari Ch WT yang kita pilih

Contoh 1. dengan tone standart

kita ambil yang mudah dulu, angka besar di WT kita set angka 5 , angka kecil di set 0.
sudah ya?
ambil HT, set frekuensi dengan angka462.6625, pastikan tone atau TX code adalah off.

Nah sekarang di test…
saat bicara di HT seharusnya sudah bisa didenger di WT, juga sebaliknya.

kalau sudah bisa roger-rogeran berarti Anda sudah berhasil mengawinkan HT-WT… selamat yaaaaaaa !!!

Contoh 2. dengan setting tone

Oke contoh lagi nih, sekarang yang agak sedikit susah-susah gampang, Angka besar di WT kita set angka 3, angka kecil di set 10.
sudah ?

sekarang setting di HT, frekuensi lihat tabel diatas, juga Tone/TX codenya set sesuai tabel.

kalau ditest ini sudah bisa denger/bicara bolak-balik, cuma saat ini kalau di HTnya RXCode belum di set dengan yang sama dengan yang TXCode, maka kalau ada WT lain di set dengan angka 3 juga NAMUN angka kecilnya di set dengan angka 11 atau angka lainnya, di HT ini kedengeran juga tapi ga bisa balas (di WT ga kedengeran).
NAH supaya HT cuma konsentrasi denger pada angka kecil 10 saja, maka perlu di set RX Code sama dengan TX Code barusan.

Selamat mencoba

reff

http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=734112273&postcount=570

Virus Singapura

Akhir-akhir ini setelah SARS dan flu burung, di masyarakat banyak diperbincangkan tentang flu singapura atau lebih tepatnya virus singapura. Walaupun terkenal dengan sebutan flu singapura atau virus singapura tetapi awalnya penyakit ini pertama kali dideteksi di Toronto, Kanada. Sebenarnya penyakit ini bukan wabah baru, tetapi sudah diketahui sejak tahun 1957 di Toronto, Kanada. Tahun 1980-an, penyakit itu muncul di Belanda, Amerika, Australia, Swedia, Bulgaria, Hongaria, Jepang, Hongkong, China, dan Singapura. Tahun 1997-1999, Malaysia dan Taiwan terserang, diikuti dengan wabah di Singapura pada tahun 2000. Di Indonesia terkenal dengan sebutan flu singapura mungkin karena banyak yang tertular waktu ada wabah di Singapura.

Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteranFlu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit KakiTangan, dan Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus CoxsackieA, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui dropletair liurtinjacairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontaktidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Kita lalu bertanya-tanya seperti apa sih anak yang terkena serangan virus singapura. Beberapa gejala yang bisa kita jadikan pedoman antara lain

  1. Demam tidak tinggi selama 2-3 hari
  2. Nyeri di tenggorokan (pharingitis)
  3. Tidak nafsu makan
  4. Pilek
  5. Ruam didaerah mulut tangan dan kaki, mungkin juga bagian popok
  6. Adanya bula (vesikel) di mulut yang kemudian pecah sehingga menjadi  ulcus di mulut sehinga terasa nyeri dan susah untuk menelan
  7. Timbul ruam di tangan dan kaki kadang disertai bula yang tidak gatal.
  8. Bila terjadi muntah, diare sampai dehidrasi ataupun ada komplikasi lain maka penderita harus dirawat

 

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :

  1. Demam tinggi lebih dari 38°C selama 2 hari
  2. Demam yang tidak turun-turun
  3. Ada gejala flu,
  4.  sesak napas, kejang-kejang,
  5. ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.
  6. Kejang-kejang
  7. Letih lesu dehidrasi

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

Sebagaimana penyakit yang disebabkan virus, sebetulnya kalau kondisi tubuh fit, penyakit ini akan sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Tetapi bila terdapat tanda- tanda seperti diatas maka kita patut waspada, segera konsultasikan dengan dokter keluarga anda supaya mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Sebaik-baiknya pengobatan tentu lebih baik adalah tindakan pencegahan. Mencuci tangan dengan teliti terutama setelah membersihkan hidung, menggunakan toilet atau mengganti popok. Membersihkan seluruh bagian tangan dan kaki terutama bagian kuku yang sering menjadi sarang bagi kuman.

 

Reff

http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_Singapura

http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=44

http://news.xinhuanet.com/english/2009-04/10/content_11165126.htm

http://teknologitinggi.wordpress.com/2011/04/12/cara-mengatasi-virus-coxsackie-atau-flu-singapura-penyebab-penyakit-kaki-tangan-mulut/

Taman Air Balekambang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nikon D50

Lensa nikon70-210/4-5,6mm

f/4,0 .    1/40 dtk pada leng 70mm

ISO 200

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nikon D50

Lensa nikon70-210/4-5,6mm

f/4,2 .  1/50 dtk pada leng 92mm

ISO 200

Nikon D50

Lensa nikon70-210/4-5,6mm

f/5,0 .  1/60 dtk pada leng 170mm

ISO 200

 

 

 

 

 

 

 

 

Nikon D50

Lensa nikon70-210/4-5,6mm

f/5,6 .  1/80 dtk pada leng 210mm

ISO 200

LAKSAMANA KEUMALAHAYATI singa samudra dari Kerajaan Aceh Darussalam

 
1. Riwayat Hidup

Laksamana Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI.

Laksamana Keumalahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Jika dilihat dari silsilah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Laksamana Keumalahayati merupakan keturunan darah biru atau keluarga bangsawan keraton. Ayah dan kakeknya pernah menjadi laksamana angkatan laut. Jiwa bahari yang dimiliki ayah dan kakeknya tersebut kelak berpengaruh besar terhadap kepribadiannya. Meski sebagai seorang wanita, ia tetap ingin menjadi seorang pelaut yang gagah berani seperti ayah dan kakeknya tersebut.

a. Riwayat Pendidikan

Ketika menginjak usia remaja, Laksamana Keumalahayati mendapatkan kebebasan untuk memilih pendidikan yang diinginkannya. Ketika itu Kesultanan Aceh Darussalam memiliki Akademi Militer yang bernama Mahad Baitul Makdis, yang terdiri dari jurusan Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Setelah menempuh pendidikan agamanya di Meunasah, Rangkang, dan Dayah, oleh karena ia ingin mengikuti karir ayahnya sebagai laksamana, maka ia mendaftarkan diri dalam penerimaan taruna di Akademi Militer Mahad Baitul Makdis. Ia diterima di akademi ini dan dapat menempuh pendidikan militernya dengan sangat baik. Bahkan, ia berprestasi dengan hasil yang sangat memuaskan.

Sebagai siswa yang berprestasi, Laksamana Keumalahayati berhak memiliki jurusan yang diinginkannya. Ia memilih jurusan Angkatan Laut. Ketika menempuh pendidikan di akademi ini ia pernah berkenalan dengan seorang calon perwira laut yang lebih senior (data tentang namanya belum diketahui). Perkenalan tersebut berlanjut hingga benih-benih kasih sayang terbangun di antara mereka. Mereka berdua akhirnya bersepakat untuk saling memadu kasih dan menyatukan diri ke dalam cinta. Setelah tamat dari Akademi Militer Mahad Baitul Makdis, keduanya melangsungkan pernikahan.

Setelah menamatkan studinya di Akademi Militer Mahad Baitul Makdis, Laksamana Keumalahayati berkonsentrasi pada dunia pergerakan dan perjuangan. Ia diangkat oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil (1589-1604 M) sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia di Kesultanan Aceh Darussalam. Jabatan tersebut merupakan kepercayaan sultan terhadap dirinya, sehingga ia perlu menguasai banyak pengetahuan tentang etika dan keprotokolan.

b. Riwayat Perjuangan

Kisah perjuangan Laksamana Keumalahayati dimulai dari sebuah perang di perairan Selat Malaka, yaitu antara armada pasukan Portugis dengan Kesultanan Aceh Darussalam yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil dan dibantu oleh dua orang laksamana. Pertempuran sengit terjadi di Teluk Haru dan dimenangkan oleh armada Aceh, meski harus kehilangan dua laksamananya dan ribuan prajuritnya yang tewas di medan perang. Salah satu laksamana yang tewas tersebut adalah suami Laksamana Keumalahayati sendiri yang menjabat sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia. Setelah suaminya meninggal dunia dalam peperangan tersebut, ia berjanji akan menuntut balas dan bertekad meneruskan perjuangan suaminya meski secara sendirian.

Untuk memenuhi tujuannya tersebut, Laksamana Keumalahayati meminta kepada Sultan al-Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang semua prajuritnya adalah wanita-wanita janda karena suami mereka gugur dalam Perang Teluk Haru. Permintaan Keumalahayati akhirnya dikabulkan. Ia diserahi tugas memimpin Armada Inong Balee dan diangkat sebagai laksamananya. Ia merupakan wanita Aceh pertama yang berpangkat laksamana (admiral) di Kesultanan Aceh Darussalam. Armada ini awalnya hanya berkekuatan 1000 orang, namun kemudian diperkuat lagi menjadi 2000 orang. Teluk Lamreh Krueng Raya dijadikan sebagai pangkalan militernya. Di sekitar teluk ini, ia membangun Benteng Inong Balee yang letaknya di perbukitan.

Setelah memangku jabatan sebagai laksamana, Keumlahayati mengkoordinir pasukannya di laut, mengawasi berbagai pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah penguasaan syahbandar, dan mengawasi kapal-kapal jenis galey milik Kesultanan Aceh Darussalam. Seorang nahkoda kapal Belanda yang berkebangsaan Inggris, John Davis, mengungkapkan fakta bahwa pada masa kepemimpinan militer Laksanana Keumalahayati, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki perlengkapan armada laut yang di antaranya terdiri dari 100 buah kapal (galey) dengan kapasitas penumpang 400-500 orang.

Kisah perjuangan Laksamana Keumalahayati tidak berhenti di sini. Ia pernah terlibat dalam pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Ceritanya, pada tanggal 22 Juni 1586, Cornelis de Houtman memimpin pelayaran pertamanya bersama empat buah kapal Belanda dan berlabuh di Pelabuhan Banten. Setelah kembali ke Belanda, pada pelayaran yang kedua, ia memimpin armada dagang Belanda yang juga dilengkapi dengan kapal perang. Hal itu dilakukan untuk menghadapi kontak senjata dengan Kesultanan Aceh Darussalam pada tanggal 21 Juni 1599. Dua buah kapal Belanda bernama de Leeuw dan de Leeuwin yang dipimpin oleh dua orang bersaudara, Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman, berlabuh di ibukota Kesultanan Aceh Darussalam. Pada awalnya, kedatangan rombongan tersebut mendapat perlakuan yang baik dari pihak kesultanan karena adanya kepentingan hubungan perdagangan.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya Sultan al-Mukammil tidak senang dengan kehadiran rombongan tersebut dan memerintahkan untuk menyerang orang-orang Belanda yang masih ada di kapal-kapalnya. Ada dugaan bahwa sikap Sultan tersebut banyak dipengaruhi oleh hasutan seseorang berkebangsaan Portugis yang kebetulan menjadi penerjemahnya. Serangan tersebut dipimpin sendiri oleh Laksamana Keumalahayati. Alhasil, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh, sedangkan Frederick de Houtman tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara (selama 2 tahun). Keberhasilan Laksamana Keumalahayati merupakan sebuah prestasi yang sungguh luar biasa.

Keumalahayati ternyata bukan hanya sebagai seorang Laksamana dan Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh Darussalam, namun ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Wanita Pengawal Istana. Jabatan ini merupakan tugas kesultanan dalam bidang diplomasi dan ia bertindak sebagai juru runding dalam urusan-urusan luar negeri. Ia sendiri telah menunjukkan bakatnya dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Ia memiliki sifat dan karakter yang tegas sekaligus berani dalam menghadapi berbagai momen perundingan, baik dengan Belanda maupun Inggris. Meski begitu, sebagai diplomat yang cerdas, ia dapat bersikap ramah dan luwes dalam melakukan berbagai perundingan.

Pada tanggal 21 November 1600, rombongan bangsa Belanda yang dipimpin Paulus van Caerden datang ke Kesultanan Aceh Darussalam. Sebelum memasuki pelabuhan, rombongan ini menenggelamkan sebuah kapal dagang Aceh dengan terlebih dahulu memindahkan segala muatan lada yang ada di dalamnya ke kapal mereka. Setelah itu datang lagi rombongan bangsa Belanda kedua yang dipimpin oleh Laksamana Yacob van Neck. Mereka mendarat di Pelabuhan Aceh pada tanggal 31 Juni 1601. Mereka memperkenalkan diri sebagai bangsa Belanda yang datang ke Aceh untuk membeli lada. Setelah mengetahui bahwa yang datang adalah bangsa Belanda, Laksamana Keumalahayati langsung memerintahkan anak buahnya untuk menahan mereka. Tindakan tersebut mendapat persetujuan Sultan al-Mukammil karena sebagai ganti rugi atas tindakan rombongan Belanda sebelumnya.

Pada tanggal 23 Agustus 1601, tiba rombongan bangsa Belanda ketiga yang dipimpin oleh Komisaris Gerard de Roy dan Laksamana Laurens Bicker dengan empat buah kapal (Zeelandia, Middelborg, Langhe Bracke, dan Sonne) di Pelabuhan Aceh. Kedatangan mereka memang telah disengaja dan atas perintah Pangeran Maurits. Kedua pimpinan rombongan mendapat perintah untuk memberikan sepucuk surat dan beberapa hadiah kepada Sultan al-Mukammil. Sebelum surat diberikan, sebenarnya telah terjadi perundingan antara Laksamana Keumalahayati dengan dua pimpinan rombongan Belanda. Isi perundingan tersebut adalah terwujudnya perdamaian antara Belanda dan Kesultanan Aceh, dibebaskannya Frederick de Houtman, dan sebagai imbalannya Belanda harus membayar segala kerugian atas dibajaknya kapal Aceh oleh Paulus van Caerden (akhirnya Belanda mau membayar kerugian sebesar 50.000 golden).

Setelah itu hubungan antara Belanda dan Kesultanan Aceh berlangsung cukup baik. Kehadiran bangsa Belanda dapat diterima secara baik di istana kesultanan dan mereka diperbolehkan berdagang di Aceh. Sebagai lanjutan dari hubungan baik antara Belanda dan Kesultanan Aceh, maka diutuslah tiga orang untuk menghadap Pangeran Maurits dan Majelis Wakil Rakyat Belanda. Ketiga orang itu adalah Abdoel Hamid, Sri Muhammad (salah seorang perwira armada laut di bawah Laksamana Keumalahayati), dan Mir Hasan (bangsawan kesultanan). Meski sedang dilanda perang melawan kolonialisme Spanyol, pihak Belanda menyambut utusan Aceh tersebut dengan upacara kenegaraan.

Peran diplomatik Laksamana Keumalahayati masih berlanjut. Hal ini bermula dari keinginan Inggris untuk menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Ratu Elizabeth I (1558-1603 M) mengirim utusan untuk membawa sepucuk suratnya kepada Sultan Aceh al-Mukammil. Rombongan yang dipimpin oleh James Lancaster, seorang perwira dari Angkatan Laut Inggris ini, tiba di Pelabuhan Aceh pada tanggal 6 Juni 1602. Sebelum bertemu dengan Sultan al-Mukammil, Lancaster mengadakan perundingan dengan Laksamana Keumalahayati. Dalam perundingan itu, Lancaster menyampaikan keinginan Inggris untuk menjalin kerjasama dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Ia juga berpesan agar Laksamana Keumalahayati memusuhi Portugis dan berbaik hati dengan Inggris. Laksamana Keumalahayati meminta agar keinginan tersebut dibuat secara tertulis dan diatasnamakan Ratu Inggris. Setelah surat tersebut selesai dibuat, Lancaster diperkenankan menghadap Sultan al-Mukammil.

Laksamana Keumalahayati juga berperan besar dalam menyelesaikan intrik kesultanan. Hal ini bermula dari peristiwa penting perihal suksesi kepemimpinan di Kesultanan Aceh Darussalam. Pada tahun 1603 M, Sultan al-Mukammil menempatkan anak lekaki tertuanya sebagai pendamping dirinya. Namun, rupanya putra tersebut berkhianat terhadap ayahnya dan mengangkat dirinya sebagai Sultan Aceh dengan gelar Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M).

Pada masa awal kepemimpinannya, berbagai macam bencana menimpa Kesultanan Aceh Darussalam, seperti kemarau yang berkepanjangan, pertikaian berdarah antar saudara, dan ancaman dari pihak Portugis. Tidak ada keinginan kuat dari Sultan Ali Riayat Syah untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan serius. Maka banyak timbul rasa kekecewaan dari punggawa kesultanan, salah satu di antaranya adalah Darmawangsa Tun Pangkat, kemenakannya sendiri. Darmawangsa ditangkap dan dipenjara atas perintah Sultan.

Pada bulan Juni 1606, Portugis menyerang Kesultanan Aceh Darussalam yang dipimpin oleh Alfonso de Castro. Ketika itu Darmawangsa masih berada di penjara. Ia memohon kepada Sultan Ali Riayat Syah agar dirinya dapat dibebaskan dan dapat ikut bertempur melawan Portugis. Dengan didukung adanya pemintaan Laksamana Keumalahayati, Darmawangsa akhirnya dapat dibebaskan. Mereka berdua akhirnya berjuang bersama dan dapat menghancurkan pasukan Portugis.

Oleh karena Sultan Ali Riayat Syah dianggap banyak kalangan tidak cakap lagi memimpin kesultanan, maka Laksamana Keumalahayati melakukan manuver dengan cara menurunkan Sultan Ali Riayat Syah dari tahta kekuasaan. Darmawangsa akhirnya terpilih sebagai Sultan Aceh dengan gelar Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masanya, Kesultanan Aceh Darussalam mencapai zaman keemasan.

2. Karya

Karya Laksamana Keumalahayati memang tidak berupa buku atau berbagai bentuk tulisan. Namun demikian, segala bentuk perjuangannya dalam melawan kolonialisme dapat juga dianggap sebagai karya-karya nyatanya. Di antara karya-karya dimaksud adalah sebagai berikut:
Ia pernah membangun Benteng Inong Balee dengan tinggi 100 meter dari permukaan laut. Tembok benteng menghadap ke laut dengan lebar 3 meter dengan lubang-lubang meriam yang moncongnya mengarah ke pintu teluk.
Ia pernah berhasil membunuh Cornelis de Houtman, salah seorang pemimpin kapal Belanda yang pertama kali tiba di Aceh.

3. Penghargaan

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangannya:
– sebuah serial bertajuk “Laksamana Keumalahayati” telah digarap dengan sutradara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault. Serial ini berisi 13 episode. Episode perdananya telah diputar di Blitz Megaplex (10 November 2007).
– Sebuah lagu telah diciptakan oleh Endang Moerdopo yang dinyanyikan dan dipopulerkan oleh Iwan Fals yang berjudul “Perempuan Keumala”.
– Sebuah Novel telah diterbitkan hasil karya pengarang Endang Moerdopo yang berjudul “perempuan Keumala”.

Vermont-http://www.bluefame.com

2’nd Gathering Rakkuser Jogja dan sekitarnya

2’nd Gathering
Dan
Pengembangan Rakkuser Jogja dan Sekitarnya

Hari , Tanggal
————————
Sabtu, 10 Maret 2012
Waktu
————————
Pukul 20.00 WIB (Malem Minggu)

Tempat
————————
Rumah JZ12BLS A.K.A Subekti
Alamat :
Dusun Jetis Donolayan, Rt. 02/23
Desa Donoharjo, Kec. Ngaglik, Sleman
atau
Jln. Tentara Pelajar Km. 11 (Utara Hyaat Hotel)
Draft Susunan Acara


20.00 wib : Peserta telah hadir di TKP
20.15 wib : Pembukaan dan sambutan Moderator serta Tuan Rumah
21.00 wib : Perkenalan diri sesama Rakkuser
21.30 wib : Ramah Tamah, games, penganalan kaskus baru
22.00 wib : Pembuatan Rencana Kegiatan dan rencana pengembangan Rakkuser Jogja dan Sekitarnya
23.00 wib : Penutup

FR

Alhamdulillah kepada Gusti Allah dan semua pihak yang terlibat acara ini secara langsung maupun tidak langsung.

Terima kasih atas ketersediaan waktu dan tempatnya untuk om JZ12BLS (kusnadi), teman-teman RAKKUSer Jogjakarta dan sekitarnya termasuk jawatengah yang bersedia meluangkan waktu untuk acara Gathering kedua RAKKUS Jogjakarta dan jawatengah ini yang dilakukan pada hari Sabtu tgl 10 maret 2012 di kediaman om Z12BLS a.k.a kusnadi Dusun Jetis Donolayan, Rt. 02/23 Desa Donoharjo, Kec. Ngaglik, Sleman

Dan terimakasih banyak juga untuk teman-teman yang tidak bisa / belum sempat untuk menghadiri acara ini karena sakit, urusan keluarga maupun waktu yang tidak memungkinkan, terutama buat om abi140 yang abis jatuh beberapa jam sebelum acara dimuali semoga cepet sembuh terimakasih atas supportnya,semoga lain waktu bisa ikut partisipasi dan bisa memberikan masukan yang bersifat konstruktif demi kemajuan dan kebersamaan dalam keluarga besar RAKKUS Jogjakarta.

Pada acara yang dihadiri Rakkuser di daerah Jogjakarta dan sekitarnya cukup santai tersebut di bahas tentang pembentukkan Rakkus regional Jogjakarta- JawaTengah dengan susunan pengurus

Penasehat: Hardypoter
Ketua : Mbahpaijo
Sekertaris : ewingsa
Humas : kukuhjadul
Logistik : JZ12BLS
Bendahara : Bryan_2472

Yang hadir waktu Gathering
1. JZ 12 BLZ
2. HardyPotter
3. ewingsa
4. Teplokusuma
5. Mbahpaijo
6. kukuhjadul
7. Bryan_2472
8. Carox
9. angina

10. tinea

Cara membedakan Blackberry Refurbish, BM dan Resmi

Saat kita akan membeli Blackberry, kadang kita binggung apakah yang kita beli termasuk garansi resmi, BM atau refubish. hal ini karena marak oarang jualan BB hand carry dari USA, yang kadang kala BB tersebut hasil refubish. Postingan ini mengulas beberapa tips mengenali BB yang akna kita beli. Semoga bisa membantu…

 

– Dus :
Refurbish : Sablon dus kasar, dibagian bawah biasanya tidak terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, biasanya disisi kanan tidak ada stiker indentitas handheld.
BM : Sablon halus, dibagian bawah terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus bergambar BB dan berlogo sesuai dengan vendor yg mengeluarkan/memproduksi blackberry tersebut ( tapi ada juga yg hanya berwarna hitam seperti dus resmi).
Resmi : Sablon halus, dibagian terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus berwarna hitam tidak ada gambar BB hanya ada tulisan Blackberry di bagian atasnya.
– Logo :
Refurbish : Biasanya logo pada bodi & welcome screen & Internet Browser tidak sesuai dengan di dus ( ex : di BB pada satt welcome screen keluar tulisan T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Body BB ada tulisan T-Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Internet browser ( selama masih memakai themes standard ) berlogo T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile).
BM : Logo pada bodi & welcome screen & Internet Browser sesuai dengan di dus ( selama masih memakai themes standard ) .
Resmi : Tidak ada logo pada bodi & welcome screen & Internet Browser, kecuali bb keluaran indosat n axis (info dari bro pynatih)
– Pin & Imei :
Refurbish : Biasanya PIN nya tidak tetap / dynamic ( berubah-ubah ), IMEI ketika di cek di numbering plans biasanya tidak sesuai dengan device.
BM : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device dan vendor, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi “This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed”.
Resmi : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi “This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed”.
Sekian, kalo ada yg kurang silahkan ditambahi kalo ada yg salah silahkan dikoreksi….

%d bloggers like this: